--- Horas --- --- Welcome --- --- Huānyíng --- --- Selamat Datang di Blog-nya Krisman Sitindaon ---

Sabtu, 04 September 2010

Cemburu Tak Ku Tahu


Kita adalah teman
Kita selalu seiring sejalan
Apa saja yang ku mau
Kau pasti tahu

Memang aku tak punya cinta
Padamu sahabatku yang setia
Saat ku lihat kau dengannya
Hatiku terbakar api membara
Menyala – nyala di dada

Film Aksi


Ku hidupkan televisi
Setel acara film aksi
Untuk lihat cewek seksi
Dengan pakaian U Can See

Datang ortuku mengawasi
Lalu siaran pun aku ganti
Jadi sebuah acara komedi
Ku tunggu sampai dia pergi
Untuk tidur kembali

KEKALAHAN

KEKALAHAN DATANG MENYAPA
MENGUKIR JEJAK SEBUAH DUKA

PADA HATIMU YANG GULITA


BANGUNLAH HAI KSATRIA

JANGAN BIARKAN MEREKA TERTAWA

MATA-MATA YANG INGIN MELIHAT KAU MERANA


BANGUNLAH HAI PERMATA

JANGAN LARUT OLEH AIRMATA

TUNJUKKAN KEPADA DUNIA

BAHWA KAU JUGA BERHAK DAN BISA


KEKALAHAN BUKANLAH PEMBUNUH JIWA

KEKALAHAN BUKANLAH PENGHANCUR RAGA

DAN KEKALAHAN BUKANLAH PEMUTUS ASA

TETAPI ITU HANYALAH KESILAPAN SEMATA


SEKARANG WAKTUNYA TELAH TIBA

PANCARKAN CAHAYAMU PADA MEREKA

TUNJUKKAN KEMAMPUANMU YANG SEBENARNYA

BUKTIKANLAH KEKALAHAN ITU ADALAH KESILAPAN SAJA

DAN KESILAPAN ITU ADALAH COBAAN DARI-NYA

UNTUK MENEMPAH KITA MENJADI LEBIH DEWASA

DAN BIJAK MENYIKAPI SEGALA PERKARA


09 MEI 2010


SPESIAL UNTUK :

--------------------

PARA MURIDKU YANG HARUS MENGULANG UN 2010...

( JANGAN TERLALU BERSEDIH, BANGUN SEGERA DAN TUNJUKKAN KEMAMPUANMU )

KAMU PASTI BISA !
KARENA ALLAH BESERTA KITA

SEKARANG DAN SELAMA-LAMANYA...

DUA DIMENSI

Ingin rasanya aku pergi '
Tuk meninggalkan bumi

Namun langkah terkunci

Oleh asa yang belum mati


Asa yang tumbuh di dalam hati

Tak bertunas dan tak menjadi

Hidup segan mati tak sudi


Ingin ku memutar kembali

Satu masa yang telah terlewati

Tapi, itu mustahil terjadi

Karena aku hanyalah pribadi

Tak ingin melawan ketentuan Illahi


Aku tak ingin seperti ini

Terjebak dalam 2 dimensi

Antara kesalahan yang terpuji

Dan asa yang tak berarti


Aku tak ingin terus begini

Terjebak dalam 2 dimensi

Antara kesalahan yang akan terjadi

Dan asa yang mengiris hati



Agustus, 2010

BHINNEKA

Suatu ketika diadakanlah pameran lukisan terbuka tingkat internasional. Masing2 pelukis memajangkan lukisan terbaiknya, dan dengan antusias menjawab pertanyaan setiap wartawan dan pengunjung.

Tetapi ada satu lukisan yang tidak dijaga oleh pelukisnya. Lukisan itu sangat aneh karena dilukis dengan satu warna cat, yaitu dengan gradasi warna merah. Pengunjung merasa heran dan tidak tertarik pada lukisan ini dengan alasan "Lukisan murahan, tidak indah dipandang mata dan Pelukisnya adalah orang yang kurang waras."

Menjelang penutupan pameran, Sang Pelukis pun menampakkan dirinya. Setiap orang yang melintas dan memandang lukisannya mencibir pada Sang Pelukis. Lalu melintaslah seorang Pejabat dan anaknya yang masih kecil. Si Anak berhenti dan berkata: "Paman, lukisannya bagus sekali, boleh aku minta?" Jawab Sang Pelukis: "Apakah Adik mengerti ARTI dari lukisan ini?".

Sebelum si Anak menjawab, tiba2 dari jauh Sang Pejabat memanggil si Anak tersebut dengan suara yang keras. Sehingga semua orang terkejut dan memperhatikan mereka.

Melihat penampilan Sang Pelukis dan lukisan anehnya itu, Sang Pejabat takut dan curiga. Lalu Ia berkata: "Jangan dekat2 dengan orang aneh ini!" Si Anak menjawab: "Tapi aku suka lukisan Paman ini, Bu. Lukisannya bagus kok."

Sang Pejabat menyindir Sang Pelukis: "Apanya yang bagus? Cuma lukisan merah doang, Anak kecil juga bisa. Dasar Pelukis murahan... Ayo kita pergi!" Lalu dengan tertawa Sang Pelukis berkata: "Pikiran kita sering ditipu oleh Mata, sebagaimana Hati kita sering ditipu oleh Nafsu, Ego dan Ambisi."

Karena jengkel dan gengsi dilihat banyak orang, Sang Pejabat membalasnya: "Lukisan apaan itu? Gada Nilai dan Artinya..." Sambil tersenyum kecil Sang Pelukis menjawab: "Lukisan ini berjudul BHINNEKA." Lalu seorang Pelukis Asing bertanya: "Apa itu BHINNEKA?"

Dengan menghela nafas Sang Pelukis menjawab: "Sir.., beginilah Indonesia yang sekarang ini. Mereka terlalu memaksakan Indonesia untuk Seragam dan Sewarna, sehingga Indonesia kehilangan Keindahannya. Bukankah Perbedaan Warna itu lebih indah???"

Mendengar hal itu, semua Pengunjung dan Pelukis Asing bertepuk tangan, sedangkan Pengunjung dan Pelukis Domestik terdiam dan menunduk. Akhirnya seorang Pelukis Domestik memuji: "Kami kagum pada Anda, karena wawasan Anda luas. Anda adalah Pelukis Nasional Sejati..." END.

NB: Pikiran Kita sering dibutakan oleh mata, sehingga kita memandang kehidupan ini secara duniawi, bersifat materi. Coba kita berfikir dengan nurani, pasti kita dapat memahami sesuatu yang tersembunyi seperti Anak Kecil tadi. Sehingga kita tidak akan dapat dikendalikan oleh orang lain dengan Dalih (Alasan) apapun, bahkan demi Keseragaman Warna (SARA).

Janganlah seperti Sang Pejabat tersebut yang merasa lebih berhak dan mampu dalam menilai dan menentukan segala sesuatu. Dia coba menilai sesuatu yang bukan bidang kemampuannya, yang bahkan dia sendiri tidak mengerti sama sekali.

Gradasi warna merah => Satu Agama dengan berbagai Suku dan Ras = Atau Satu Kelompok dengan berbagai kepentingan.

Hukum Ohm



Frekwensi



Kode Warna



My Eye's Logo